Cerita pendek aguk irawan

Israfil, bergegas naik ke langit tujuh, menemui Tuhan. Ia bersimpuh di balik tirai dan awan yang pekat. Buru-buru ia menggedor pintu langit ke tujuh, perlahan langit membelah menyingkapkan pintu buat Israfil. Di langit ke tujuh itu ada sesuatu yang aneh, tak ada sinar matahari yang senantiasa setia berputar pada gugusan hari, tak ada dingin yang menggigilkan tubuh, tak ada panas yang mengeringkan daun, tak ada juga kerlap warna yang cerah maupun yang redup, yang ada barangkali hanya sesuatu mirip mega merah yang semburat menghiasi putihnya langit tanpa ufuk.
Israfil terus bergegas berlari dengan laju dan kecepatan tak ada yang menandingi, meski kecepatan cahaya sekalipun, ia berlari dan berputar-putar mengelilingi langit ke tujuh untuk mencari Tuhan, dari arah paling utara, sampai menuju arah paling selatan, dari arah paling timur, sampai menuju arah paling barat, tapi yang ada hanya kekosongan. Ya, hanya kekosongan, dan dalam kekosongan itulah barangkali Tuhan memang bersemayam, bersemayam pada tempat yang paling sunyi, sunyi sekali.
Israfil sudah tak tahan lagi menyimpan sederat kekacauan pikirannya yang berjubal, sebuah pikiran yang tak bisa dilipat oleh waktu, maka segeralah ia ingin menghaturkan kekacauan itu kepada Tuhan. Dzat pemilik segala ruang dan waktu. Ia kecewa telah mencarinya hingga mencapai langit ke tujuh, karena di langit itu, ya di langit itu ternyata yang ada hanya kesunyian yang nyinyir. Maka, kali ini ia sudah merasa tak perlu lagi untuk menemui Tuhan, Tuhan toh tetap ada di mana saja, kapan saja.
Dalam kesunyian seperti itu, seperti ada isyarat yang ditangkap oleh Israfil. Ia tahu persis isyarat itu, isyarat dari Tuhan, Tuhan yang Maha Mendengar. Israfil kemudian bersujud dan bersimpuh kepadaNya. Mendengarkan firman yang suci.
“Ada apa wahai Israfil”
“Iya, ya Rahman, ya Rahim”
“Engkau nampak gugup, sekiranya ada berita yang penting”
“Iya ya Rahman, manusia sekarang, ummat Muhammad sudah mulai lupa dengan ayat-ayat dalam kitab suci-Mu”
“Bukankah berita demikian sudah tak asing?”
“Ya Rahman, tapi kali ini, kali ini sungguh keterlaluan”
“Keterlaluan bagaimana?”
“Ya Rahman, ayat-ayatmu itu sudah berganti dengan permainan manusia”
Tuhan mendengar berita dari Israfil, lalu tersenyum. Israfil masih dalam sujud dan simpuhnya, berdzikir atas namaNya, tak lama Tuhan menjawab: Engkau sih Israfil?, urusan manusia terlalu dipikirin. Bukankah sudah kukatakan padamu sejak pertama kali kuciptakan manusia di muka bumi, ia memang suka bersekutu dengan setan, karena telah bersekutu itu maka manusia suka bermain-main dengan kemewahan dunia, bermain dengan darah, bermain dengan nyawa, bermain dengan kekuasaan yang saling tikam, bermain dengan tertawa yang terkekeh-kekeh hingga lupa asal-usulnya yang hina. Karena itu, karena itu Israfil jangan kau pedulikan lagi urusan manusia yang semakin lupa fitrah itu, tugasmu, iya tugasmu pada suatu hari nanti, kalau memang sudah tak ada lagi yang mengingatku, kau tiup itu sangkakala, dengan begitu segala sesuatu yang diperbuat manusia di dunia telat tamat, dan tentu sudah tak kan kau lihat lagi manusia.
“Ya Rahman, tapi aku sudah tak sanggup melihat permainan manusia, yang akhir-akhir ini sunguh keterlaluan”
“Lalu apa yang kau mau?”
“Ya Rahman, aku sudah tak sabar untuk meniup sangkakala ini”
“Apa kau tak melihat di pojok sebuah rumah yang kumuh sana masih banyak orang yang mensucikan namaku, di lorong-lorong dan di kolong- kolong ada dzikir dan tahmid yang tak pernah berhenti”
“Tapi ini, Tuhan, lebih dari separuh bumi ribut dan bergegap gempita soal benda bulat yang bernama bola”
“Iya Aku lebih tahu itu, Aku sudah memperhitungkan”
“Maaf, ya Rahman, aku mohon agar Engkau memberi kebijakan padaku, untuk mempercepat tiupan ini”
Israfil, masih bersujud, dan sedikit pun tak berubah, ia terus berdzikir, bertasbih, bertahlil dan memuji-muji namaNya.
***
Tuhan mendengar keluh Israfil, yang ingin mempercepat tiupan sangkakalanya, namun bagaimanapun Tuhan tak pernah lupa janji pada manusia, bahwa sangkakala tak akan ditiup seenaknya oleh Israfil, bukankah pada malam yang pekat masih ada sebuah kamar redup dengan bibir dan jantung yang berdetak menyebut namaNya.Pada sebuah pagi yang buta, masih ada subuh yang tak hilang. Pada majlis yang lengang, masih ada perjamuan-perjamuan yang membahas ayat-ayatNya, meski terus tandas dan semakin susut, masih ada bau firman yang mengepul di pojok sebuah surau.Masih ada beranda yang menyimpan sejuk nama Nabinya Muhamad saw. Dan, suara-suara takbir dengan menggema, menyentuh langit dan menyelimuti matahari. Masih ada yang melafalkan huruf-huruf Al-Quran, merangkai dalam gelap, meski dengan suara yang latah.
“Hari ini mari kita saksikan ya Rahman”
“Aku lebih menyaksikan”
“Maaf ya Rahim, aku sekedar berkata pada diriku sendiri”
“Bagaimana? Coba katakan!”
“Di bumi, di bumi ada permainan baru, yang amat aneh”
“Ada apa di bumi, terangkan lagi, meski aku lebih mengetahui”
“Ada benda bulat yang bernama bola, berputar-putar di ujung kaki manusia dan saling berebut benda itu, dan sorak sorai manusia. Aduhai menggemparkan seluruh ujung dunia, melebihi perang Badar dan Uhud, bahkan perang Salib sekalipun. Apa arti semua ini, kalau bukan perseketuan dengan setan?”
“Adakah yang mengingat-Ku saat itu?”
“Ya Rahman, Engkau lebih mengetahui dari aku”
“Tapi bagaimana pendapatmu?”
“Ya Rahman, para profesor, dan para ilmuwan sudah banyak yang menjadi ahli tafsir benda bulat itu”
“Lalu kitab, yang sudah kuturunkan bagaimana?”
“Ya Rahman, maaf ayat-ayatMu hanya sedikit sekali yang dimengerti, orang-orang pintar sudah terjebak dengan permainan benda bulat itu”
“Berarti bola itu sudah mengalahkan pesan-pesanKu”
“Ya Rahman, barangkali seperti itu”
“Panggil Muhammad, wahai Israfil, dan mintalah pendapatnya”

***
Muhammad, sebagai Rasul yang mengajarkan hikmah, dipanggil Israfil dengan tergesa, dalam persemayamannya, di surga yang paling sunyi.
“Ada apa wahai Malaikat Israfil?”
“Aku perlu membicarakan sesuatu kepadamu, wahai Rasul yang mulia, tentang ummatmu”
“Tentang ummatku?”
“Iya tentang ummatmu”
“Ada apa dengan ummatku”
“Sungguh mereka telah lalai, benar-benar lalai dengan pesanmu”
“Betul, sebagian mereka memang dzalim dan kafir”
“Bukan sebagian, tapi hampir semua, semua penghuni muka bumi ya Rasul, untuk itu izinkan, sekali lagi izinkan aku akan mempercepat tiupanku”
“Bagaimana bisa, usia bumi belum ada tanda-tanda selesai”
“Sudah banyak tanda-tandanya ya Rasul, angin topan, banjir, gempa bumi, tsunami itu, dan lain-lain, sebagai peringatan manusia!”
“Ya”
“Maaf wahai Rasul yang mulia, di bumi, ya di bumi ini ada permainan baru manusia. Permainan itu bernama bola, dan hampir semua penghuni bumi ribut soal benda bulat itu, kau tahu betapa bangganya ummatmu bila bisa memasukkan benda bulat itu ke gawang yang mereka bikin sendiri, mereka bangga dan sudah merasa menjadi syahid, dan kau lihat itu jutaan manusia menangis, berduka dan gembira, sombong dan merasa terhina karena benda bulat itu, bagaimana ini?”
“Barangkali sebab manusia diberi akal dan nafsu”
“Ah, tapi apa hubungannya benda bulat itu dengan akal? Bola, dan bola yang berputar putar di kaki pemain bola, bagai kaleng kosong yang ditendang kaki melambung ke langit dan jatuh lagi ke bumi, tiada arti sama sekali. Mengapa semua manusia saling berebut dan merebut bola, dan ketika salah seorang mendapatkan dan bisa menguasai sampai ke gawang lawan dia menjadi bangga seperti raja yang bisa menguasai prajurit. Kemudian disusul lagi dengan sorak sorai lautan manusia yang padat, dan dengan berita yang menggemparkan bagai berita perang. Permainan apa semua ini? Bukankah dengan mempercepat meniup sangkakala, ini lebih baik?”
“Sebelum memutuskan, wahai malaikat Tuhan, Israfil, sebelum segera engkau lipat bumi, bumi tempat berpijak manusia, sebelum engkau letuskan gunung, dan satukan laut, sebelum engkau belah langit, sebelum engkau kosongkan alam, sebelum kau runtuhkan matahari, dan bertabrakan dengan rembulan, menjadi debu yang berkeping, sebelum engkau persiapkan nafasmu untuk meniup sangkakala yang menggetarkan itu, beri kesempatan sejenak pada manusia untuk mencari hikmah di balik permainan baru itu”
“Ya Rasul, sudah beribu-ribu manusia, yang menghabiskan umurnya buat bermain dengan benda bulat itu, padahal ya Rasul hidup hanya dimiliki manusia sekali, iya sekali saja, bukankah ini sungguh keterlaluan”
“Iya betul, tapi izinkan manusia mencari hikmah di balik permainan itu, bukankah kehidupan manusia itu sendiri adalah permainan, Innamal hayatuna dunya ila la’ibul wal Lahw”
“Tapi manusia sekarang sungguh terlalu, ia selalu asik dan amat terlalu terlena dengan permainan, apa maksud semua ini?”
” Aku adalah manusia, dan aku sekaligus ahlu hikmah itu”
“Apa yang kau maksud?”
“Barangkali, ya barangkali saja, sebuah bola, permainan baru manusia itu adalah sebuah perumpamaan, iya sebuah perumpamaan bagi manusia, yang mengandung hikmah, bahwa bola bagaikan bumi yang berputar-putar, bumi yang berputar itu perlu dipegang, dan dalam memegangnya perlu strategi dan siasat, bukankah demikian kenyataan hidup manusia, jika manusia ingin menguasai bumi berarti harus lincah memainkan bumi, adakah seorang pemain akan menendang jauh melintang ke tengah lapangan atau mengoperkan ke temannya, atau membuang ke luar lapangan untuk menyelamatkan, atau menggiringnya sampai ke depan gawang lawannya dan akhirnya goollah yang ia maksudkan. Lantas penonton yang mendukung bersorak sorai mengagumi keberhasilannya. Sedang lawan dan pendukungnya akan menangis. Barangkali disitulah gambaran kehidupan nyata manusia, antara tangis dan tertawa hampir tak ada batas, sangat tipis, tipis sekali “
“Lalu?”
“Bukankah manusia lahir, karena bapak dan ibunya telah “bermain bola”, dan Tuhanlah satu-satunya yang memberi dukungan itu. Kalau tidak ada yang menang dan mendukung dari permainan itu mana mungkin ada manusia, dan, suatu saat kalau sudah sampai pada waktnya, saat Tuhan sudah tidak mendukung, berarti permainan bola dihentikan, kemudian seorang pemain bola akan tidur berbantalkan bola bulat dari tanah”
“Aku tak mengerti wahai Al-amin?, tapi, tapi dalam permainan itu bukankah setan telah bersekutu?”
Tak ada percakapan lagi. Langit sunyi dan lengang. Israfil kemudian sujud kepada Rasul, lalu ia pun beranjak pergi dan menutup pintu langit ke tujuh, juga menutup denyut ketidak sabarannya.
Lantas Rasul mengingat satu persatu kalimat Israfil, sebuah kalimat yang baru dan aneh, yang diberi nama bola, dan segera melintas pergi dari langit ke tujuh. Begitu pun Israfil, ia selalu mengenang keagungan aura Muhammad, kelembutan tutur katanya, dan air mukanya yang menyejukkan melebihi desir angin pasir yang menggerakkan daun-daun ilalang pegunungan di bumi. Kalimat-kalimat yang terucap dari bibirnya begitu menggetarkan, bibir yang menyimpan ilmu Rahman dari setitik air laut.
Kedatangan Rasul memang bisa mengharumkan langit dan menyisakan ketenangan pada ujung ruang di manapun. Tak ada lagi alasan untuk mempercepat sangkakala. Esok adalah padang halimun yang membuat fajar berbagi cerita pada langit dan bumi, dan siapa tahu hikmah bermain benda bulat itu akan segera mewujud pada jagat manusia, meski tak bisa dipercakapkan lebih panjang pada Israfil

Berterimakasih

Berterima kasih

Paling umum itu, kalau sdh lenyap si nikmat, barulah sadar bahwa sebelumnya tadi itu, dia sedang dimanja Tuhan, dengan diberi limpahan nikmat. Sayangnya sadar dan mengaku seperti ini baru muncul setelah si nikmat itu lewat, “getun mburi” istilahnya.

Saat si nikmat itu sedang bertengger, dia lupa bahwa itu pemberian Tuhan, dianggapnya itu hanya akibat kehebatan dia, kecerdasannya berpikir, ketekunannya bekerja, kehati-hatiannya menjaga kesehatan, kepandaiannya cari relasi, dll. Karena itulah Tuhan berfirman: “Waqalilum min ibadiyasy syakur”, jarang sekali hambaKu itu yang mau bersyukur.

Ada tiga domain aplikasi syukur, yakni biljanan (hati), billisan (ucapan), dan bilarkan (tindakan).

1. Biljanan, seperti pertanyaan Nabi Musa AS: “Kaifa syakaraka Adamu Ya Rabb ala ma an’amta alaihi?” Bagaimanakah cara Nabi Adam AS dulu berterima kasih kepadaMu wahai Tuhan?, “Alima anna dzlika minni”, dia mengakui bahwa itu semua dariKu.

2. Billisan, seperti Sabda Rasulullah SAW: “Ma syakarallaha Abdun lam yahmaduhu”, Orang yg belum memuji Allah itu berarti belum berterima kasih.

3. Bilarkan, persis perbuatan Rasulullah SAW ketika ditanya: Penjenengan kan sudah pasti diampuni segala dosa yg lalu dan yang akan datang, lalu mengapa masih tekun beribadah?, beliau menjawab “Afala akunu abdan syakura”, Bukankah justru aku harus berterima kasih.

Cara Mempercepat akses internet

KUMPULAN TRIK INTERNET

ini saya dapat dari situs Tegaklurus.com dan sudah saya coba Alhamdulillah berhasil.
Tidak peduli berapa kecepatan standar yang disebut oleh ISP langganan kita, kadang-kadang koneksi internet kita rasanya masih saja lelet bin lambat. Memang banyak hal yang mempengaruhi kecepatan koneksi internet kita, mulai dari browser yang dipakai, koneksi LAN, settingan modem, settingan komputer lokal, bahkan juga cuaca. Berikut ini adalah kumpulan langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mendapatkan kecepatan koneksi internet yang optimal.

Silahkan saja dicoba. Namun, agar dapat mengukur perbedaan kecepatan sebelum dan sesudah dilakukan trik, sebaiknya anda ukur dulu kecepatan internet anda saat ini. Mengukur kecepatan internet anda dapat dilakukan dengan mengunjungi situs ini.

1. Secara default, Windows menkonsumsi 20% bandwith anda.
Bandwith ini digunakan untuk “jaga-jaga” dan juga untuk memeriksa komputer anda dari situsnya Microsoft sana. Ambil aja lagi! Caranya adalah:
klik Start–>Run–>type “gpedit.msc” tanpa tanda kutip “”.
Ini untuk membuka group policy editor. Kalau sudah muncul windowsnya, masuk ke:
Local Computer Policy–>Computer Configuration–>Administrative Templates–>Network–>QOS Packet Scheduler–>Limit Reservable Bandwidth
Double click pada Limit Reservable bandwidth. Disana ditunjukkan bahwa string ini belum diatur (not configured) tap pada kenyataannya pada tab Explain’ ada penjelasan:
“By default, the Packet Scheduler limits the system to 20 percent of the bandwidth of a connection, but you can use this setting to override the default.”
Jadi Trik yang kita lakukan adalah mendisablenya dengan mengeset nilainya menjadi NOL.

2. Bikin Internet Explorer (IE) secepat Firefox
Kata orang IE memang browser yang paling payah, lelet, dan tidak stabil. Tapi ternyata ada trik untuk sedikit men-tune-up IE anda hingga kecepatannya bisa setara dengan Firefox. Caranya:
Klik start > run
ketik regedit > enter
Carilah folder HKEY_CURRENT_USER\Software\m*cro$oft\Windows\Curre ntVersion\InternetSettings
Klik kana pada jendela sebelah kanan pilih > New > DWORD
Ketik MaxConnectionsPerServer > beri nilai terserah anda (semakin tinggi niali yang ada buat, semakin bagus kecepatannya, eg : 99)
Buat string DWORD baru lagi dengan cara yang sama, > ketik MaxConnectionsPer1_0Server
Lalu beri nilai yang tinggi seperti di atas
restart I.E …

Selesai

3. Mempercepat browsing dengan DNS cache

Buka notepad dan copy paste kode di bawah ini:
[HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Servic es|Dnscache\Parameters]
“CacheHashTableBucketSize”=dword:00000001
“CacheHashTableSize”=dword:00000180
“MaxCacheEntryTtILimit”=dword:0000fa00
“MaxSOACacheEntryTtILimit”=dword:0000012d

Simpan dengan nama dnscache.reg
Double click file ini di windows explorer, tekan “yes”.

4. Cara Lain mempercepat koneksi internet
Copy paste kode di bawah ini ke dalam notepad. Simpan dengan nama “cepat.reg”

REGEDIT4
[HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Services\Tcpip\Parameters]
“SackOpts”=dword:00000001
“TcpWindowSize”=dword:0005ae4c
“Tcp1323Opts”=dword:00000003
“DefaultTTL”=dword:00000040
“EnablePMTUBHDetect”=dword:00000000
“EnablePMTUDiscovery”=dword:00000001
“GlobalMaxTcpWindowSize”=dword:0005ae4c

5.Bagi pengguna koneksi LAN
berikut ini cara untuk mempercepat koneksi LAN
buka registry editor (start > run> ketik regedit)
masuk ke HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer\RemoteComputer\NameSpace dan DELETE key {D6277990-4C6A-11CF-8D87-00AA0060F5BF}
Tutup registry editor dan restart windows.

6.Bagi pengguna koenksi internet dengan Broadband/DSL cobalah trik berikut ini
Buka registry editor dan masuk ke: HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Services\Tcpip\Parameters
Buat string DWORD baru, dengan cara mengklik ‘Edit -> New -> DWORD Value’ dan buat nama-nama value dibawah ini (buat sendiri karena belum ada).
DefaultTTL = “80″ hex (atau 128 decimal) .
EnablePMTUBHDetect = “0″
EnablePMTUDiscovery = “1″
GlobalMaxTcpWindowSize = “7FFF” hex (or 32767 decimal)
TcpMaxDupAcks = “2″
SackOpts = “1″
Tcp1323Opts = “1″
TcpWindowSize = “7FFF” hex (or 32767 decimal)

tutup registry dan restart computer..

Khutbah Idul Adha 1429 H

اللهُ اَكْبَرْ كَبِيْرًا وَالحَمْدُ لِلّهِ بُكْرَةً وَأصِيْلاً لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرْ اللهُ اَكْبَرْ وَ للهِ اْلحَمْدُ
اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِى جَعَلَ لِلْمُسْلِمِيْنَ عِيْدَ اْلفِطْرِ بَعْدَ صِياَمِ رَمَضَانَ وَعْيدَ اْلاَضْحَى بَعْدَ يَوْمِ عَرَفَةَ. اللهُ اَكْبَرْ (3×) اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ لَهُ اْلمَلِكُ اْلعَظِيْمُ اْلاَكْبَرْ وَاَشْهَدٌ اَنَّ سَيِّدَناَ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ الَّذِيْنَ اَذْهَبَ عَنْهُمُ الرِّجْسَ وَطَهَّرْ
اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَاللهِ اِتَّقُوااللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

Hadirin sidang sholat Idul Adha yang dimuliakan Allah

Di pagi hari yang penuh berkah ini, kita berkumpul untuk melaksanakan shalat ‘Idul Adha. Baru saja kita ruku’ dan sujud sebagai pernyataan taat kepada Allah SWT. Kita agungkan nama-Nya, kita gemakan takbir dan tahmid sebagai pernyataan dan pengakuan atas keagungan Allah. Takbir yang kita ucapkan bukanlah sekedar gerak bibir tanpa arti. Tetapi merupakan pengakuan dalam hati, menyentuh dan menggetarkan relung-relung jiwa manusia yang beriman. Allah Maha Besar. Allah Maha Agung. Tiada yang patut di sembah kecuali Allah. Baca selebihnya »

Ulama mengingatkan, ramalan masa depan di TV haram. Allah menolak shalat bagi yang percaya selama 4o hari. Apa dosa para staf TV yang uangnya hasil dari iklan perdukunan?

Hidayatullah.com–Pendangkalan aqidah yang dilakukan paranormal atau dukun terus terjadi dan makin canggih. Dulu prakteknya secara konvensioanl, kini sudah lintas media, baik cetak hingga elektronik (TV).

Tak main-main, para dukun (sering menyebut paranormal, red) mengeluarkan uang untuk beriklan. Kenyataannya, iklan para dukun di TV tumbuh subur bak cendawan di musim hujan. Ada yang bertajuk tanggal lahir, primbon, ramalan bintang dan banyak lagi yang lainnya.

bodo1Lihatlah gaya mereka, layaknya Tuhan, sang penentu nasib manusia. “Dengan nama dan nomor handphone Anda, saya bisa meramal bagaimana masa depan Anda nantinya”, kata Deddy Colbuzier pria yang dikenal tukang sulap dan kini merambah perdukunan.

Begitu juga dengan Ki Joko Bodo, “Tuntunan saya akan membawa hidup Anda menjadi lebih sukses, percayalah!

Tidak jauh beda yang dilakukan Mama Lauren, perempuan setengah tua ini berkata, “Saya akan melihat bagaimana masa depan Anda dan memberitahukan Anda apa yang seharusnya Anda lakukan. Dan ada juga mengatakan primbon saya baik buat Anda.”

Dosa besar

mif KH. Miftachul Ahyar

Menurut Musytasyar PWNU Jatim, K.H. Miftachul Ahyar, iklan ramalan yang ada di TV merupakan kemungkaran yang dibisniskan. Para peramal tidak lain, hanya mencari profit (profit oriented) semata dengan modus ramalan. Padahal, hal itu diharamkan oleh islam karena bisa merusak aqidah seseorang. Sebab, menurut Kiai Ahyar, urusan nasib, jodoh, rizki, dan ajal merupakan ketetapan Allah. “Manusia tidak bisa meramal nasib masa depan seseorang dengan menembus dimensi rahasia Allah,” ujarnya kepada www.hidayatullah.com.

Hukum mendatangi paranormal atau yang disebut dukun, menurut K.H. Miftachul Ahyar dosa besar dan bisa berakibat syirik. Kiai Akhyar mensitir hadits Roshulullah SAW:

“Dari Abu Hurairah ra. dari Nabi SAW, beliau bersabda, ”Barang siapa yang mendatangi tukang ramal lalu membenarkan apa yang dikatakannya maka ia telah kufur apa yang diturunkan kepada Muhammad SAW.” (agama Islam). [HR Abu Daud, Bukhari, Ahmad dan Tirmidzy]

Tidak hanya itu, Rasulullah SAW juga mengancam orang yang mendatangi dukun dengan tidak diterima shalatnya selama 40 hari. “Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal, kemudian ia bertanya kepadanya tentang sesuatu hal dan membenarkan apa yang dia katakan, maka sholatnya tidak akan diterima selama 40 hari.” (HR Muslim 4/1751).

K.H. Miftachul Ahyar menambahkan, masyarakat jangan sampai terkecoh jika ada ramalan yang terbukti benar. Seperti kasus terjadinya Tsunami di Aceh, Lumpur Lapindo Sidoarjo, meninggalnya Pak Harto yang diramal Mama Lauren. Fenomena itu, menurutnya kebetulan dan bisa jadi bantuan jin (khadim) jahat. Selain itu, kebenaran ramalan tersebut merupakan ujian bagi orang yang beriman.

Fenomena iklan klenik atau ramalan juga diakui Miftakhul Ahyar tidak hanya membuat gerah umat Muslim, namun juga membahayakan dan merusak aqidah. Apalagi, hal itu telah tersistem dengan rapi antara konsumerisme (TV) dengan para peramal. Mereka, sebelum meraup profit sebanyak-banyaknya, tidak akan pernah men-stop tayangan ramalan tersebut. Jadi, menurut Akhyar, untuk menghilangkan tayangan tersebut butuh peran pemerintah. Kita hanya bisa membentengi jamaah dengan memberi pencerahan kepada mereka dengan cara turun ke bawah (grass root) melalui lailatul ijtima’, pengajian dan lain sebagainya.

Setengah hati

Iklan ramalan memang terlihat dari content yang disampaikan. Merubah nasib dan masa depan dengan berbekal tanggal lahir dan nomor HP merupakan perbuatan syirik yang dapat membahayakan aqidah. Hal ini juga diakui oleh ketua MUI pusat K.H. Ma’ruf Amin, bahwa ramalan dan perdukunan apapun bentuknya termasuk haram.

Namun, menanggapi hal tersebut, sejauh ini MUI belum melakukan tindakan tegas terhadap keberadaan iklan ramalan yang berada di sejumlah setasiun TV.

“Kita belum bisa mengambil langkah lebih jauh, sebab masih banyak agenda MUI yang belum diselesaikan”, tuturnya.

Menurutnya, memang MUI pada saat bulan Ramadhan pernah me warning beredarnya iklan ramalan, namun setelah bulan Ramadhan usai, warning tersebut tidak pernah terdengar lagi. Alasannya, belum tepat waktu nya.

Namun, Ma’ruf Amin juga menghimbau kepada seluruh setasiun TV agar konsisten untuk tidak mengizinkan iklan yang berbau ramalan. Selain setasiun TV, dia juga menghimbau kepada Komisi Penyiaran Indonesia (PKI) agar memberikan kontrol ketat terhadap tayangan yang dinilai membahayakan aqidah umat ini.

Yang belum terjawab, bagaimana hukumnya para seluruh creuw dan staf televise (TV) yang telah ikut terciprati iklan barang “haram” seperti pedukunan ini? Dan bagaimana efeknya uang yang dibawa dan dimakan untuk anak-anak mereka? Apakah berpengaruh terhadap keberkahan? Kita tunggu jawabannya dari para ahli fikih

MLM

Oleh: Hafidz Abdurrahman

Multilevel marketing secara harfiah adalah pemasaran yang dilakukan melalui banyak level atau tingkatan, yang biasanya dikenal dengan istilah up line (tingkat atas) dan down line (tingkat bawah). Up line dan down line umumnya mencerminkan hubungan pada dua level yang berbeda atas dan bawah, maka seseorang disebut up line jika mempunyai down line, baik satu maupun lebih. Baca selebihnya »

this is link to detik.com

Tuhan 9 Inci Karya Taufiq Ismail

Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,
Di sawah petani merokok,
di pabrik pekerja merokok,
di kantor pegawai merokok,
di kabinet menteri merokok,
di reses parlemen anggota DPR merokok,
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,
hansip-bintara-
perwira nongkrong merokok,
di perkebunan pemetik buah kopi merokok,
di perahu nelayan penjaring ikan merokok,
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,
di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,
Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im
sangat ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,
Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok,
di ruang kepala sekolah ada guru merokok,
di kampus mahasiswa merokok,
di ruang kuliah dosen merokok,
di rapat POMG orang tua murid merokok,
di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya
apakah ada buku tuntunan cara merokok,
Di angkot Kijang penumpang merokok,
di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk
orang bertanding merokok,
di loket penjualan karcis orang merokok,
di kereta api penuh sesak orang festival merokok,
di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok,
di andong Yogya kusirnya merokok,
sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok,
Negeri kita ini sungguh nirwana
kayangan para dewa-dewa bagi perokok,
tapi tempat cobaan sangat berat
bagi orang yang tak merokok,
Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,
Di pasar orang merokok,
di warung Tegal pengunjung merokok,
di restoran di toko buku orang merokok,
di kafe di diskotik para pengunjung merokok,
Bercakap-cakap kita jarak setengah meter
tak tertahankan asap rokok,
bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun
menderita di kamar tidur
ketika melayani para suami yang bau mulut
dan hidungnya mirip asbak rokok,
Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul
saling menularkan HIV-AIDS sesamanya,
tapi kita tidak ketularan penyakitnya.
Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya
mengepulkan asap rokok di kantor atau di stopan bus,
kita ketularan penyakitnya.
Nikotin lebih jahat penularannya
ketimbang HIV-AIDS,
Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan nikotin paling subur di dunia,
dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap tembakau itu,
Bisa ketularan kena,
Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok,
di apotik yang antri obat merokok,
di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok,
di ruang tunggu dokter pasien merokok,
dan ada juga dokter-dokter merokok,
Istirahat main tenis orang merokok,
di pinggir lapangan voli orang merokok,
menyandang raket badminton orang merokok,
pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok,
panitia pertandingan balap mobil,
pertandingan bulutangkis,
turnamen sepakbola
mengemis-ngemis mencium kaki sponsor perusahaan rokok,
Di kamar kecil 12 meter kubik,
sambil ‘ek-’ek orang goblok merokok,
di dalam lift gedung 15 tingkat
dengan tak acuh orang goblok merokok,
di ruang sidang ber-AC penuh,
dengan cueknya,
pakai dasi,
orang-orang goblok merokok,
Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im
sangat ramah bagi orang perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup
bagi orang yang tak merokok,
Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,
Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh,
duduk sejumlah ulama terhormat merujuk
kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa.
Mereka ulama ahli hisap.
Haasaba, yuhaasibu, hisaaban.
Bukan ahli hisab ilmu falak,
tapi ahli hisap rokok.
Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka
terselip berhala-berhala kecil,
sembilan senti panjangnya,
putih warnanya,
ke mana-mana dibawa dengan setia,
satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya,
Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang,
tampak kebanyakan mereka
memegang rokok dengan tangan kanan,
cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri.
Inikah gerangan pertanda
yang terbanyak kelompok ashabul yamiin
dan yang sedikit golongan ashabus syimaal?
Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu.
Mamnu’ut tadkhiin, ya ustadz.
Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz.
Kyai, ini ruangan ber-AC penuh.
Haadzihi al ghurfati malii’atun bi mukayyafi al hawwa’i.
Kalau tak tahan,
Di luar itu sajalah merokok.
Laa taqtuluu anfusakum.
Min fadhlik, ya ustadz.
25 penyakit ada dalam khamr.
Khamr diharamkan.
15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi).
Daging khinzir diharamkan.
4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok.
Patutnya rokok diapakan?
Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz.
Wa yuharrimu ‘alayhimul khabaaith.
Mohon ini direnungkan tenang-tenang,
karena pada zaman Rasulullah dahulu,
sudah ada alkohol,
sudah ada babi,
tapi belum ada rokok.
Jadi ini PR untuk para ulama.
Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok,
Lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan,
jangan,
Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar perbandingan ini.
Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil yang kepalanya berapi itu,
yaitu ujung rokok mereka.
Kini mereka berfikir.
Biarkan mereka berfikir.
Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap,
dan ada yang mulai terbatuk-batuk,
Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini,
sejak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia mati karena penyakit rokok.
Korban penyakit rokok
lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas,
lebih gawat ketimbang bencana banjir,
gempa bumi dan longsor,
cuma setingkat di bawah korban narkoba,
Pada saat sajak ini dibacakan,
berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa di negara kita,
jutaan jumlahnya,
bersembunyi di dalam kantong baju dan celana,
dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna,
diiklankan dengan indah dan cerdasnya,
Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri,
tidak perlu ruku’ dan sujud untuk taqarrub pada tuhan-tuhan ini,
karena orang akan khusyuk dan fana
dalam nikmat lewat upacara menyalakan api
dan sesajen asap tuhan-tuhan ini,
Rabbana,
beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini

Mudik….

Mudik adalah suatu tradisi menjelang lebaran dan hanya terjadi di Indonesia, mudik adalah pulang kampung dalam tradisi masyarakat Indonesia menjelang Hari Raya idul Fitri. Tradisi mudik lebaran merupakan kebutuhan asasi (fitrah) manusia untuk bertemu dengan orang tua, saudara, dan sejawat, yang selama satu tahun di tinggalkannya, menurut Cak Nur tradisi mudik lebaran merupakan “gerak kembali ke asal” yaitu kembali keasal usul atau kampung halaman dimana dia dilahirkan dan dibesarkan oleh kedua orang tuanya . Baca selebihnya »

Merdeka VS Budak

“Orang yang merdeka cukup di beri isyarat dengan sindiran, namun orang yang berjiwa budak perlu di pukul karena tak mampu menyerap arti isyarat atau sindiran, pengendara yang berhenti karena isyarat lampu merah adalah orang yang berjiwa merdeka ; dan yang berhenti karena takut (ketangkap atau)ada polisi adalah orang yang berjiwa budak Baca selebihnya »